MAHASISWA HARUS DIBIMBING, BUKAN DIDOKTRIN
Saya meyakini bahwa ruang kelas bukanlah tempat untuk mendoktrin mahasiswa dengan kekuasaan dosen, apalagi membungkam mereka melalui ancaman atau intimidasi. Kelas seharusnya menjadi ruang akademik yang membebaskan, tempat setiap mahasiswa memiliki keberanian untuk berpikir, bertanya, mengkritik, dan menyampaikan pendapatnya secara bertanggung jawab. Saya tidak mengharapkan mahasiswa menjadi peniru pikiran dosennya. Sebaliknya, saya berharap mereka berani tampil berbeda, berani menyampaikan pandangan yang tidak sejalan dengan dosen, bahkan jika perlu berseberangan dengan pandangan dosennya, selama argumentasi yang dibangun didasarkan pada data, teori, logika, dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam dunia akademik, perbedaan pendapat bukanlah ancaman, melainkan sumber lahirnya pengetahuan baru. Seorang dosen bukanlah pemilik kebenaran mutlak. Dosen adalah fasilitator, pembimbing, sekaligus mitra intelektual yang membantu mahasiswa menemukan cara berpikir ya...