Rumah panggung orang Buton dahulu merupakan kontruksi bangunan rumah yang terbuat dari bahan kayu 100% berguna untuk menghindari serangan hewan buas, tahan gempa, dan ramah lingkungan. Rumah panggung ini dibuat 2 lantai terdiri atas lantai dasar sebagai tempat bersantai dan bekerja, ruangan menjamu para tamu, dan lantai dua disebut ( Paa ) dalam bahasa Indonesia dinamai Loteng sebagai ruangan puncak sarana beribadah, beristrahat dan menenun bagi kaum wanita. Pada bagian bawah lantai dasar atau dalam bahasa Wolio menyebutnya Kapeo yang biasanya dibuatkan tempat lesehan disebut godhe-godhe mempunyai kegunaan sebagai penyimpanan hasil pertanian atau tangkapan ikan, tempat kerja kaum lelaki untuk memperbaiki alat-alat tangkapan ikan, sarana berdiskusi (koja-koja) , kandang ternak ayam dan sekarang sudah dijadikan sebagai tempat menenun bagi kaum wanita meskipun dahulu para wanita menenun di lantai 2 agar tidak dilihat langsung oleh para pria yang bukan muhrimnya te...