NIAT DAN PERJUANGAN *Darmin Hasirun*




Teringat dengan saudara kita seiman dan seagama yang mempunyai cita-cita luhur di mata Illahi yaitu menegakan syariat islam dan memberantas kejahatan di muka bumi ini. Dalam perspektif agama, niatan yang baik sudah dicatat sebagai amal baik, tetapi cara yang mereka tempuh dengan menciptakan teror di mata masyarakat menjadikan niatan baiknya tercoreng hanya karena perbuatan salah. Jikalau tidak suka pada seseorang atau sekelompok orang akibat kebobrokan aturan ataupun kelalaian terhadap tanggungjawabnya, maka upaya penyelesaikan dengan cara yang baik harus dilakukan sesuai aturan bernegara.

Inilah yang membedakan kita dengan para terorisme berjubah agama yang melampiaskan kekesalannya kepada penguasa zholim atau sekelompok orang tidak bermoral dengan cara teror yang membuat masyarakat lain tidak tenang. Kita adalah manusia beragama dan berbudaya yang hidup damai dan toleran terhadap sesama manusia, tentu harus menempuh jalan agamais dan beradab.

Ambisi mendapatkan kekuasaan demi mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat di negeri ini haruslah menjadi spirit karena inilah nilai luhur dari politik bernegara, tetapi ambisi yang ada janganlah dilakukan dengan cara-cara yang membuat rakyat jadi resah, gelisah, dan gunda gulana.

Esensi hidup bernegara adalah agar kita hidup teratur dan damai dalam suatu wilayah dengan aturan yang telah disepakati dan disahkan oleh negara, ada hak diri sendiri dan ada hak orang lain, hak diri sendiri atau kelompok tidak boleh mengganggu hak orang lain atau kelompok lain yang tidak berdosa.

Banyak jalan menuju roma, banyak cara menuju kebaikan. Upaya menuju tatanan masyarakat sejahtera bukan hanya cita-cita sekelompok orang saja tetapi merupakan cita-cita bersama, siapa sih yang tidak mau ingin hidup damai?..siapa sih yang tidak ingin mendapatkan kebenaran? Pada dasarnya inilah kebutuhan semua rakyat, semua ada jalannya dan semua ada caranya dengan prinsip-prinsip kebaikan.

Orang lain boleh melakukan kejahatan tetapi kita tidak boleh ikut-ikutan terjun ke lembah kesesatan, orang lain boleh mempermainkan aturan tetapi kita harus berjalan di atas rel kebenaran, orang lain boleh menginjak-injak adab tetapi kita harus menjunjung tinggi adab yang baik.

Nabi Musa selalu mengingatkan Firaun yang bengis dan tidak percaya adanya Tuhan dengan nasihat-nasihat baik, lebih-lebih kita sedarah, setanah air, dan seagama harus mengingatkan dengan cara yang lebih baik pula. Agama mengajarkan tunaikanlah niat baik dengan jalan yang benar seperti jalannya orang-orang beriman sebelumnya.

Kita semua bersaudara, sedarah, seiman dan seakidah, bila hancur saudara lain maka kita pun ikut merasakan kehancuran itu. Marilah kita berdiri di atas kaki sendiri dengan mengangkat bendera kebenaran, membela dan memperjuangan kemaslahatan rakyat dengan cara-cara yang benar pula dalam bingkai persatuan dan kesatuan sesuai aturan negara dan agama yang kita yakini. Semoga Damai selalu di hati rakyat..Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL DARMIN HASIRUN

CERITA SEPUTAR KEGIATAN PRAKTIKUM DI DESA BANABUNGI

JEBAKAN SKEMA PONZI