Virus Corona Versus Virus N-Ach

Darmin Hasirun
Dosen Universitas Muslim Buton


Sejak dikabarkan berita heboh di awal tahun 2020 tentang virus yang sangat membahayakan dan sangat cepat menyebarluas ke mancanegara ini, telah menelan korban yang terus meningkat dengan sangat pesat, ada 259 orang yang telah dinyatakan meninggal akibat serangan virus Corona, sedangkan jumlah korban yang terinfeksi terus bertambah menjadi 11.791 (1/2/2020)1, dan sudah ada 25 negara yang terkena serangan virus mematikan ini (1/2/2020)2, sungguh mengerikan gerakan virus aneh ini hingga pihak dokter yang menangani korban virus frustasi akibat banyaknya korban yang terus berjatuhan dan tidak sempat ditangani oleh pihak medis, sampai sekarang belum ditemukan obat yang efektif untuk membunuh virus tersebut. Virus berbahaya ini sering juga disebut 2019-nCoV pertama kali dilaporkan ke PBB berasal di Kota Wuhan Negara RRC pada tanggal 31 Desember 20193. Saking cepat meluasnya virus 2019-nCoV, maka PBB menyatakan darurat kesehatan global soal virus corona (31/1/2020)4.


Virus ini seakan menjadi setan yang menakutkan karena sudah menciptakan rasa takut publik, daerah-daerah yang terjangkiti virus perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh manusia karena takut terkena wabah virus. Keputusasaan terhadap perlawanan dari serangan virus 2019-nCoV tampak di wajah orang-orang yang sudah terjangkiti, tidak banyak harapan hidup hingga menimbulkan frustasi, orang-orang di seluruh dunia juga merasa was-was dengan merebaknya informasi dari berbagai media akan banyaknya korban jiwa yang semakin melambung tinggi.


Disisi lain, ada berita yang viral pula dibalik teror virus yang ganas tersebut yaitu sekumpulan manusia yang terisolasi berada dalam gedung-gedung di Kota Wuhan saling memberi semangat satu dengan yang lain hingga menciptakan suasana haru dan penuh harapan, mereka mengatakan " Wuhan Jiayo" artinya Semangat Wuhan. Teriakan itu terasa menghasilkan energi positif yang dapat membangkitkan jiwa dan raga agar tidak boleh putus asa di tengah kesulitan yang melanda.


Seruan teriakan semangat itulah merupakan antitesis dari keputusasaan terhadap bencana yang dialami oleh siapapun. Semangat inilah yang disebut virus N-Ach, virus ini bukanlah mahluk hidup tetapi energi positif yang dapat menular dari orang yang mempunyai harapan kepada orang yang berputus asa. Penemu pertama istilah Virus N-Ach adalah David C McClelland seorang psikolog berkebangsaan Amerika Serikat. N-Ach merupakan kepanjangan dari Need for Achievement artinya hasrat, keinginan atau kebutuhan seseorang atau sekumpulan orang untuk meraih cita-cita/ prestasi dalam hidupnya. Oleh Mc.Clelland menyebutnya istilah virus karena dapat menjangkiti orang lain yang malas atau berputus asa menjadi orang yang semangat seperti halnya kerja virus pada umumnya yang bisa berpindah-pindah dari organisme satu ke organisme lainnya. N-Ach dijadikan sebagai simbol harapan hidup manusia. Tanpa dorongan positif manusia tidak akan mempunyai harapan tinggi untuk melawan segala keburukan atau kelemahan dalam dirinya, semangatlah yang menjadikan semua manusia dapat bergerak lebih cepat melakukan perubahan dan menjawab segala persoalan yang dihadapinya.


Kini kita sedang diperhadapkan dengan virus Corona (2019-nCoV) yang berakibat negatif pada manusia dan virus N-Ach yang menciptakan dampak positif dalam kehidupan manusia, seperti halnya hitam dan putih dalam hidup. Manusia harus bisa menjawab permasalahan virus negatif dengan menciptakan virus positif yang dijadikan sebagai obat penawar yang lebih mutakhir untuk membunuh virus negatif.

Saya yakin !
Setiap penyakit pasti ada obatnya.
Setiap racun pasti ada penawarnya.
Terkecuali kematian hanya ada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL DARMIN HASIRUN

CERITA SEPUTAR KEGIATAN PRAKTIKUM DI DESA BANABUNGI

JEBAKAN SKEMA PONZI