REZEKI DARI ALLAH SWT TIDAKLAH TERBATAS

Darmin Hasirun


Sering kita mendengarkan asumsi orang awam yang menganggap bahwa orang miskin sedikit rezekinya, sedangkan orang kaya banyak rezekinya, mereka mengira rezeki adalah harta benda yang melimpah berupa emas, uang, rumah yang megah, kaplingan tanah yang luas dan segala kebendaan lainnya sehingga mereka rela banting tulang demi mendapatkan setumpuk kekayaan berupa benda. Memaknai rezeki hanya sebatas benda adalah kesalahan persepsi yang perlu diluruskan agar lebih menyadari bahwa rezeki yang Allah Swt berikan kepada hambanya tidaklah terbatas, setiap yang kita miliki baik berupa yang melekat di badan seperti tangan yang lengkap denga jari-jarinya, mata indah yang dapat melihat bentangan alam nan luas, kaki yang digunakan untuk berjalan, rambut yang terurai rapi dan panjang, ketenangan hidup, kesehatan badan, kulit yang mulus, badan kuat maupun segala sesuatu di luar dari diri berupa orang tua yang bahagia dan baik, saudara yang selalu membantu, rumah tempat berlindung, sahabat yang setia, istri / suami yang mencintai dengan ketulusan hatinya, dan lain-lain yang jika dihitung dengan kalukulator ataupun komputer tidak akan bisa menemukan jumlah pasti tentang rezeki yang diberikan Allah Swt kepada setiap manusia.

 

Banyak pula manusia memahami bahwa dia menjadi kaya dari usaha dan ilmu yang dimilikinya sehingga timbul anggapan bahwa berkat kehebatannya dan kerja kerasnya yang menjadikan dia mendapatkan rezeki yang banyak. Alhasil dia semakin lupa dengan Allah Swt karena mengira Allah Swt hanya duduk memandangnya tanpa ada intervensi sedikitpun dari kesuksesannya. Cara pandang seperti ini menjadikan dirinya sombong, mempertuhankan benda dan hawa nafsunya sendiri. Padahal Allah Swt telah memberikan pengajaran kepada manusia bahwa rezeki adalah pemberian dari Allah Swt melalui firmannya yang artinya: “Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkan (bagi siapa yang Dia kehendaki)" (QS ar-Ra'd [13]: 26).

 

Semua rezeki telah diatur oleh Allah Swt sesuai dengan kehendak-Nya, tidak ada yang berkurang, berlebih bahkan tidak akan tertukar rezeki hamba kepada orang lain. Surat Hud ayat 6 Artinya: “Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). Surat Hud ayat 6 ini menerangkan tentang rezeki yang dijamin Allah SWT”.

 

Rezeki merupakan kehendak Allah Swt kepada hambanya, siapapun yang Allah Swt pilih menjadi orang terbaik dan kaya pasti akan ada saja jalan menjadikan dia kaya bahkan tanpa dia sangka-sangka. “Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Q.S. At-Talaaq: ayat 2-3).

 

Jangan sombong karena kesombongan hanyalah milik Allah Swt, siapapun yang mengambilnya akan ditimpahkan kerugian di dunia maupun di akhirat. Ada banyak fakta di dunia ini orang kaya yang sombong tiba-tiba jatuh sakit tergeletak di Rumah Sakit, berobat dimana-mana hingga uangnya habis karena berobat, banyak orang kaya yang tiba-tiba menjadi miskin karena bencana alam, ditipu, kebakaran, dan lain sebagainya, banyak pula orang kaya yang tidak bisa lagi menikmati kekayaannya hanya karena dia sudah lumpuh, alhasil dia bekerja mendapatkan harta hanya untuk wariskan kepada orang lain, bahkan rasa es krim pun terasa hambar hanya karena lidahnya tidak lagi bisa membedakan rasanya.

 

Pada akhirnya kita baru menyadari betapa pentingnya rezeki selain harta berupa kesehatan, kebahagiaan, keselamatan, ketenangan, kedamaian, dan kesempatan kita dalam beribadah kepada Allah Swt adalah rezeki yang jauh lebih bernilai harganya daripada segunung bukit emas yang akan kita tinggalkan di dunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL DARMIN HASIRUN

CERITA SEPUTAR KEGIATAN PRAKTIKUM DI DESA BANABUNGI

JEBAKAN SKEMA PONZI