H U J A N (Sebuah Renungan)




Hujan, engkau kelihatannya senang bermain di bumi ini.
Sudah dua hari ini engkau tak berhenti turun dari langit.
Alam bernyanyi merdu oleh suara rintik-rintikmu.
Bunyi “tak, tik, tuk” selalu terdengar dengan indahnya.
Tidurku pun begitu lelap hingga terbangun di pagi hari dengan segar.

Hujan, engkau turun dari langit sebagai berkah dan anugerah.
Berkah untuk menumbuhkan tanaman yang kering dan haus.
Anugerah bagi siapapun yang mensyukurinya.
Kini, tanah telah kenyang dengan air yang engkau berikan.
Embun beterbangan semakin menyelimuti luas alam ini.

Hujan, kedatangmu menjadikan sang mentari malu memperlihatkan wajahnya.
Bulan pun mengalah hingga selalu  berada di balik awan tebalmu.
Bintang tak lagi terlihat, karena tertutup oleh hitamnya langit.
Langit menjadi gelap karena kunjungan kerjamu.

Tetapi kami tetap selalu bersyukur, berdoa dan bermunajat.
Dihadapan Tuhan Sang Penciptamu.
Karena Tuhanlah engkau menjadi berkah, anugerah dan barokah bagi kami
Sang Khalifah penghuni bumi.
Terima Kasih Tuhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PROFIL DARMIN HASIRUN

CERITA SEPUTAR KEGIATAN PRAKTIKUM DI DESA BANABUNGI

JEBAKAN SKEMA PONZI